Artikel Acak:
Home » , » Magnet Semeru di 5 cm

Magnet Semeru di 5 cm


Sudah lihat film 5 cm? Yang sudah lihat, pengen ke Semeru nggak, nih? Pastinya ya ... Siapa sih yang tidak ingin ke puncak para dewa itu? Apalagi setelah melihat film atau mungkin sudah membaca novel dengan judul yang sama, 5 cm. Tidak salah kan kalau 5 cm, menjadi salah satu magnet Semeru. Tentu saja masih banyak magnet lainnya. Pemandangan, eksotika, dll.

Sumber foto  by http://www.google.com

Gunung Semeru atau Sumeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru, 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Gunung ini terletak di antara wilayah Malang dan Lumajang. Termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

 










Rute yang paling mudah dari Malang. C-Magz Lovers bisa naik kereta atau kendaraan lain untuk menuju Semeru. Dengan kereta dari Jakarta C-Magz Lovers bisa langsung sampai di stasiun Kota Baru Malang. Lalu lanjut naik angkot ke terminal Arjosari. Di sana cari angkot dengan kode TA yang akan mengantar kita ke pasar Tumpang. Dari Tumpang ke Ranupane bisa dengan naik Jeep, truk, mobik sayur atau ojek motor.

Di Ranupane terdapat Pos pemeriksaan, warung dan pondok penginapan. Kita juga dapat mencari porter (warga lokal untuk membantu menunjukkan arah pendakian, mengangkat barang dan memasak) dan bermalam di Pos penjagaan. Di Pos Ranupane terdapat dua buah danau yakni Ranu Pane dan Ranu Regulo.
sumber foto by foto.detik.com

 
Jalur awal pendakian cukup landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan alang-alang. Tidak ada tanda penunjuk arah jalan, tetapi terdapat tanda ukuran jarak pada setiap 100 m. Setelah berjalan sekitar 5 km menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi bunga edelweis-jangan lupa foto-foto buat oleh-oleh, lalu akan sampai di Watu Rejeng. Di sini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit yang ditumbuhi hutan cemara dan pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak Semeru.



Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 4,5 km. Di Ranu Kumbolo dapat didirikan tenda. Juga terdapat pondok pendaki (shelter). Ada danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan indah terutama di pagi hari. Kita dapat menyaksikan matahari terbit di sela-sela bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung belibis liar. Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. 

sumber poto by itsourheritage.blogspot.com
Meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit terjal, dengan pemandangan yang sangat indah di belakang ke arah danau. Di depan bukit terbentang padang rumput yang luas yang dinamakan oro-oro ombo. Oro-oro ombo dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Selanjutnya memasuki hutan cemara di mana kadang dijumpai burung dan kijang. Daerah ini dinamakan Cemoro Kandang.

Pos Kalimati berada pada ketinggian 2.700 m, disini dapat mendirikan tenda untuk beristirahat. Pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, sehingga banyak tersedia ranting untuk membuat api unggun. Terdapat mata air Sumber Mani, ke arah barat (kanan) menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak 1 jam pulang pergi. FYI: di Kalimati dan di Arcopodo banyak terdapat tikus gunung.

Untuk menuju Arcopodo berbelok ke kiri (Timur) berjalan sekitar 500 meter, kemudian berbelok ke kanan (Selatan) sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo berjarak 1 jam dari Kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu. Dapat juga kita berkemah di Arcopodo, tetapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor. Sebaiknya menggunakan kacamata dan penutup hidung karena banyak abu beterbangan. Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di Gunung Semeru, selebihnya akan melewati bukit pasir.

Dari Arcopodo menuju puncak Semeru diperlukan waktu 3-4 jam, melewati bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. Sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat beberapa bendera segitiga kecil berwarna merah. Semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau di Kalimati. Pendakian menuju puncak dilakukan pagi-pagi sekali sekitar pukul 02.00 pagi dari Arcopodo. Siang hari angin cenderung ke arah utara menuju puncak membawa gas beracun dari Kawah Jonggring Saloka.

Pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau yaitu bulan Juni, Juli, Agustus, dan September. Sebaiknya juga tidak mendaki pada musim hujan karena sering terjadi badai dan tanah longsor.

Hm ... perjalanan panjang dan pasti melelahkan. Sebanding dengan pemandangan yang kita peroleh. Juga kepuasan sudah bisa menaklukkan gunung tertinggi di pulau Jawa ini. Semoga pendakian C-Magz Lovers memuaskan. Jangan lupa lakukan persiapan fisik dan mental juga peralatan selengkap mungkin demi keselamatan. Ingat ya, C-Magz Lovers sedang mendaki, bukan main film yang di belakang layar banyak krunya. Semoga liputan Travelling C-Magz kali ini menjadi inspirasi tempat wisata buat C-Magz Lovers yaa . See you ... (*Niken)
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Sponsor

Sponsor
 
Support : Johny Template | Mas Template
Powered by : Blogger
Copyright © 2012-2013 C-Magz - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Edited by Baser